Kunjungan Kerja KPU ke PPLN Dubai

Dubai, Minggu 15 Desember 2013

Hari ini tim dari KPU Pusat mengadakan kunjungan kerja ke PPLN Dubai dengan agenda Monitoring dan Supervisi kegiatan PPLN.

wpid-IMG_20131215_125937.jpg

Tim KPU diwakili oleh:

  1. Lucky Firnandy Majanto
  2. Tunjung Yulianto
  3. Wahdi Hafizy
  4. Temu Alam

sedangkan PPLN Dubai diwakili oleh:

  1. Nash Mawardi
  2. Astuti Djuhais
  3. Ridwan Supriyadi
  4. Judhi Prasetyo

dan dari Sekretariat KJRI Dubai:

  1. Fajar Nuradi
  2. Istabah Muhamad

Pertemuan dimulai dengan tanya jawab mengenai kegiatan PPLN terkait sosialisasi PEMILU, pendataan dan proses pendaftaran.

unnamed-4

Pertemuan Tim KPU dan PPLN di KJRI Dubai

Dalam pertemuan ini diungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi PPLN Dubai dalam mengumpulkan data dan mendaftar para calon pemilih. Di antara tantangan-tantangan tersebut adalah:

  1. Banyaknya WNI yang bekerja di sektor informal (domestic worker / PLRT) dan tidak dapat diakses baik oleh PPLN maupun oleh pihak KJRI. Sebagaimana umumnya di Timur Tengah, pekerja sektor informal tidak termasuk dalam naungan departmen tenaga kerja setempat sehingga mereka berada di luar jangkauan wewenang pemerintah.
  2. Pertukaran (turnover) WNI di Dubai yang begitu tinggi karena pembatasan durasi kontrak kerja. Diperkirakan ada sekitar 100 orang WNI yang keluar dan masuk ke wilayah perwakilan RI Dubai dan Northern Emirates. Namun tidak semua orang ini melaporkan diri ke perwakilan RI.
  3. Banyak WNI, terutama di sektor informal, yang mengalami masalah dengan majikannya sehingga mereka melarikan diri.
  4. Sebagian besar WNI yang bekerja di sektor informal maupun semi formal tidak memiliki dokumen identitas karena ditahan oleh majikan atau perusahaan tempatnya bekerja.
  5. Sebagian besar WNI yang bekerja di bidang semi formal (hotelier, restoran) tidak memiliki fleksibilitas untuk mengikuti kegiatan di luar tempat kerjanya.
  6. Cakupan wilayah PPLN Dubai dan Northern Emirates luasnya meliputi 8,754 kilometer persegi (kira-kira satu setengah kali pulau Bali) yang terdiri dari 6 Emirates (negara bagian). Sistem transportasi umum antar Emirates belum begitu memadai sehingga jarak 100km di daerah-daerah tertentu pun ditempuh dalam waktu lebih dari 4 jam dengan kendaraan umum.
  7. Banyak di antara WNI di Dubai tidak merasa perlu untuk mengikuti Pemilu karena tidak merasa bahwa suaranya akan memberikan perubahan yang berarti. Apalagi mereka kebanyakan berasal dari luar Jakarta di mana suara dari Luar Negeri akan dimasukkan ke perolehan suara wilayah DKI Jakarta.
  8. Pelaksanaan Pemilu hanya boleh dilakukan di dalam lingkungan kantor KJRI Dubai yang sangat terbatas.

Ada berbagai kendala lain yang membuat perbedaan antara perkiraan jumlah penduduk sangat jauh berbeda dengan jumlah pemilih yang terdaftar. Bahkan di kalangan para pekerja formal dan intelektual pun tidak sedikit yang bersikap apatis terhadap Pemilu 2014.

unnamed

Konsul Jenderal RI untuk Dubai dan Northern Emirates Bapak Imam Santoso di tengah-tengah tim KPU dan PPLN

Sebagai tindak lanjut pertemuan tim KPU dan PPLN Dubai di kantor KJRI, kedua tim mengadakan Uji Petik dengan menemui masyarakat Indonesia di Dubai, terutama yang bekerja di sektor informal, dengan tujuan untuk mendapatkan fakta-fakta dan pengalaman langsung di lapangan. Uji petik dilakukan antara lain di Restoran Wok It, Toko Indonesia (Abeng), Java Padang Cafe, dan Kafe Betawi.

Dari kegiatan lapangan tersebut ditemui beberapa WNI yang belum mendaftar Pemilu bahkan tidak tahu informasi mengenai Pemilu 2014 dengan berbagai alasan, diataranya: tidak diijinkan pergi oleh majikannya, tidak memiliki identitas, tidak yakin masih akan berada di Dubai saat berlangsungnya Pemilu. Beberapa WNI yang ditemui bahkan segera menghindar dengan wajah cemas.

wpid-IMG_20131215_205637.jpg

Uji Petik yang dilakukan di salah satu rumah makan Indonesia di Dubai

unnamed-3

Tim KPU dan PPLN Dubai di depan Java Padang Cafe, salah satu tempat berkumpul masyarakat Indonesia di UAE.

unnamed-2

Tim KPU melakukan uji petik terhadap para WNI pengunjung toko yang menjual produk-produk Indonesia.

 

Kunjungan diakhiri dengan pertemuan dan diskusi dengan Konsul Jenderal RI untuk Dubai dan Northern Emirates Bapak Imam Santoso dan Dubes RI untuk Persatuan Arab Emirat Bapak Salman Alfarisi yang kebetulan sedang berkunjung ke Dubai dari Abu Dhabi. Dari kedua Pejabat Perwakilan Negara tersebut tim KPU mendapat masukan-masukan yang senada dan sesuai yang ditemui dengan keadaan di lapangan.

unnamed-1

Diskusi bersama Bapak Salman Al Farisi, Dubes Indonesia untuk Persatuan Arab Emirate

-0-

[timBerita]

 

Posted in Kegiatan PPLN